LAP Timoris
Visitors
3 Visitors Online
POJOK
NASIB KOMODITI UNGGULAN NTT
Pengembangan komoditi unggulan/andalan, sudah merupakan suatu strategi nasional/regional yang diharapkan menjadi pendorong utama (prime mover) bagi pertumbuhan ekonomi di negara berkembang, yang berbasis pertanian. Pada umumnya negara-negara tersebut tidak sekadar mengembangkan komoditi unggulan hanya berdasarkan kebiasaan atau feeling atau ikutan-ikutan saja, tetapi umumnya menggunakan pendekatan cluster industry, yang merupakan suatu studi yang komprehensif/lintas sektor/holistik, dengan pola pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan baca detail
DESIGN WEB
Apa yang ingin anda peroleh dari website ini?
Post Pendapat Anda
 
 

Lembaga Advokasi dan Penelitian

LAP - Timoris

Jl. Fatutuan RT/RW.03/06, Kelurahan Liliba, Kec. Oebobo, Kota Kupang Telp./ Faks .0380 -8552622 Jl. Trans Lembata, Wangatoa, Lewoleba Telp./Faks.0383-41349 Email: timoris@simpuldemokrasi.org

 PROFIL   LEMBAGA

Nama: LEMBAGA ADVOKASI DAN PENELITIAN LAP–TIMORIS

Alamat: Jalan Fatutuan, Kelurahan Liliba, RT/RW: 03/IV, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT  Telp./ Faksimile: 0380- 8552622;

e-mail:simpul@simpuldemokarasi,org;

Website: http://www.simpuldemokrasi.org

Didirikan: Tanggal 14 Juni  1999

Akte Notaris :

Nomor    : 12

Tanggal   : 14 Juni 1999

Notaris    : Albert Wilson Riwukore, SH

NPWP : 02 . 536 . 284. 9. 922. 000

Terdaftar pada Pengadilan Negeri Kupang:

Nomor           : 110/AN/YS/Lgs/1999

Tanggal         : 24 Agustus 1999

 

Pendahuluan

Dilandasi oleh komitmen bersama untuk berpartisipasi dalam upaya membangun tatanan masyarakat sipil yang demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan tuntuntan perubahan dan perkembangan dunia, serta kemajuan peradaban, maka pada Tanggal 14 Juni 1999 di hadapan Notaris Albert Wilson Riwukore, SH didirikan sebuah lembaga non pemerintah bersifat nir laba  yang diberi nama Lembaga Advokasi dan Penelitian (LAP) Timoris dengan akte nomor 12.

Sejak awal  berdiri Lembaga Advokasi dan Penelitian (LAP) Timoris terlibat dalam berbagai diskusi pada kantong-kantong pergerakan di NTT untuk mendorong terjadinya perubahan di daerah ini. Kesempatan ini juga dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan konsolidasi internal lembaga.  Selanjutnya sehubungan dengan terjadinya arus pengungsian warga Timor Timur ke wilayah Timor Barat pada bulan September 1999, LAP Timoris mulai melakukan kegiatan advokasi kemanusiaan dan  anti kekerasan atas berbagai peristiwa kekerasan yang menimpa masyarakat sipil di wilayah Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Belu.  Setelah itu untuk mensikapi rentannya pelanggaran HAM sebagai dampak dari adanya konsentrasi  pasukan TNI/Polri yang ditugaskan untuk mengamankan wilayah perbatasan Timor Barat dengan negara baru Timor Lorosae, LAP Timoris mencoba mengembangkan kegiatan pelatihan dan  pemantauan HAM di wilayah Timor Barat yang fokus kegiatannya pada kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan TNI/ Polri.

Dalam kaitan dengan penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam,  sekarang ini LAP Timoris sedang mengembangkan program advokasi bagi masyarakat di wilayah Amarasi Kabupaten Kupang yang hak-hak atas tanahnya dicaplok oleh negara.  Terkait dengan aspek ini, LAP Timoris juga sementara melakukan  kegiatan pendampingan para stakeholders di Kabupaten Lembata untuk pengelolaan sumber daya alam yang berbasis masyarakat.

Untuk bidang pengembangan ekonomi rakyat, LAP Timoris sedang melakukan  penguatan hak-hak  ekonomi masyarakat korban  ketidak-adilan pasar di wilayah Amarasi Kabupaten Kupang. 

Di bidang penelitian, LAP Timoris  melakukan kegiatan studi budaya dan ekonomi masyarakat di wilayah Amarasi kabupaten Kupang.  Dan sebagai sarana untuk mengakses dan mensosialisasikan informasi-informasi alternatif kepada publik,  LAP Timoris mengadakan sebuah media antara lain SAKSI (alm), Lembata Pos, dan terakhir adalah DEMOS Lembata.

 

T u j u a n

  • Memperjuangkan tegaknya  hak asasi manusia
  • Mendorong terbentuknya kelompok-kelompok basis yang kritis dalam mencermati dan menyelesaikan permasalahan baik di bidang sosial, budaya, politik dan ekonomi yang melingkupinya
  • Memperjuangkan terpeliharanya keseimbangan ekologis

Visi  dan  Misi

LAP Timoris mempunyai visi : mendambakan sebuah tatanan masyarakat sipil yang demokratis - adil dan tegas mengakui serta menghormati hak asasi manusia dengan berbagai kekhasannya.

Sedangkan misi  lembaga adalah membangun sistem dan mekanisme pengambilan kebijakan secara demokratis, partisipatif dan berkeadilan pada semua tingkatan.

P r o g r a m

Untuk mendekatkan visi dan tujuan lembaga, maka ditetapkan beberapa program sebagai berikut :

  • Pengelolaan sumber daya alam (Tanah dan Hutan) berbasis masyarakat
  • Penegakan HAM
  • Penelitian  sosial, budaya dan lingkungan
  • Pengembangan ekonomi rakyat
  • Kampanye media

Beberapa bidang kegiatan  ini sudah kami laksanakan selama beberapa waktu

Komposisi Kepengurusan

  • Direktur              : Hipolitus Mawar

  • Bendahara         : Yustina Seran

  • Divisi -Divisi        :

  • Advokasi dan HAM                    : Vitalis Wolo (Koordinator)

  • Ekonomi Kerakyatan               : Yoh. Boro

  • Penelitian                                   : Petrus K.  Sira

  • Pengkajian dan Publikasi      : Fredy Wahon

LAP Timoris merupakan organisasi yang kecil dengan jumlah staf yang masih sangat terbatas. Sampai saat ini LAP Timoris baru memiliki 10 orang yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan

 

 

Untitled Document
ADMINISTRATOR
Admin User
Admin Pass
 
GALLERY
photo2.jpg
FOTO: KEGIATAN KELAS
ARTIKEL (Random)
Tue Nala Ho'on Media Perdamaian Lokal Suku Bunaq

Oleh: Charles mau dan Charles Anyi

Seiring dengan perkembangan zaman dan arus globalisasi yang kian meningkat, berpegaruh terhadap aspek kehidupan. Salah satunya adalah tradisi/budaya lokal kian hari kian surut dari realita kehidupan. Generasi muda saat ini mulai menyepelehkan bahkan melupakan tradisi warisan leluhur. Mengatasi persoalan yang ada di sekitar kita dapat dilakukan menggunakan media lokal, seperti "TUE NALA HO'ON" di masyarakat Bunaq.
Baca detail
 
Setiap Bulan Ditemukan 10 - 20 Penderita HIV/AIDS
Setiap bulan RSUD Atambua menemukan penderita HIV/AIDS 10 hingga 20 penderita. Belum terhitung 4 RSUD lain, yakni; RSUD Betun, RSUD Halilulik, RSUD Sito Husada dan Rumah Sakit Tentara jika dalam sebulan juga menemukan penderita HIV/AIDS, angka pertambahan penyakit mematikan ini diatas 20 orang. Baca detail
 
"Civil Society" di Lembata
Oleh: Fredy Wahon

ADEGAN sidang paripurna DPRD Lembata membahas draf rekomendasi tentang pertambangan tembaga dan emas di Kabupaten Lembata oleh PT Merukh enterprise ricuh. Suasana sidang yang dipimpin Frans Making, BA itu sejak awal memang sudah tegang. Maklum, sejak sidang dibuka, anggota Dewan dari PSI, Ahmad Bumi, SH langsung melakukan interupsi. Dia menilai Dewan tidak perlu mengeluarkan rekomendasi.

Baca detail
 
Dilema Demokrasi Mayoritas
Oleh:Romanus Ndau Lendong

DI penghujung 2008, Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan ketentuan nomor urut yang diatur dalam pasal 214 UU No. 10/2008 tentang pemilihan anggota DPR, DPD dan DPRD. Pasal tersebut menyatakan bahwa pemenang pemilu legislatif adalah mereka yang berhasil meraih suara di atas 30% bilangan pembagi pemilih (BPP) dan menduduki nomor urut kecil.

Baca detail
 
Demokrasi dan Ketergantungan Sosial

Oleh Drs. Martinus Satban, M. Si

Secara konseptual, demokrasi dan kesejahteraan (welfare) merupakan dua konsep yang sangat terkait erat walau tidak harus dibuat paralel. Demokrasi adalah pilihan untuk mewujudkan kesejahteraan.
Baca detail
 
Negeri Para Preman
Oleh: Dion DB Putra

BETA makan lu. Lado mengajak Mase berduel di luar gedung Dewan. Demikian sepenggal peristiwa yang terjadi di gedung DPRD Kabupaten Kupang, hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2009.

Baca detail
 
"Rai Ami Fo Ti'an, Sei Sa Tenik?"
Ungkapan dalam Bahasa Tetun ini dalam terjemahan bebas berarti "Tanah kami sudah serahkan, masih apalagi?"; Pernyataan ini terungkap dari para pemilik lahan yang secara suka rela menyerahkan tanahnya untuk kepentingan pembentukan Kabupaten Malaka. Penyerahan tanah ini untuk memenuhi salah syarat bahwa calon kabupaten baru harus menyediakan lahan untuk pembangunan infrastruktur pemerintahan kabupaten khusus kantor-kantor pemerintah dan fasilitas umum lainnya. Baca detail
 
Mengintip Tradisi Pengambilan Nale di Mingar

Oleh: Pius Demon

Anda mungkin sudah merasakan nikmatnya aneka santapan hidangan laut, tapi pernahkah Anda menyantap “see food” dari Mingar? Boleh jadi Anda sudah mendengar nama makanan laut dari wilayah Kecamatan Nagawutun itu, tapi belum menyantapnya.

Baca detail
 
Telah Mati (Menyoal Tata Ruang Kota Lewoleba)

Oleh Juan Orong

(Imam Katolik, Paroki Saint Arnold Janssen, Waikomo-Lewoleba Barat)

Sepintas melihat kota Lewoleba, serentak terbersit di hati kita rasa sedih dan terenyuh. Betapa tidak? Segala infrastruktur dan tata ruang kota itu tidak terurus dengan baik; lantas wajah kota itu tampak carut-marut. Baca detail

 
DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH; UPAYA MEMBERDAYAKAN DAERAH

Oleh: VIKTUS MURIN

Revormasi yang terjadi di Indonesia sebagai antitesa terhadap pemerintahan sentralistik Orde Baru, telah membuka kran demokrasi secara masif di hampir semua lini kehidupan
Baca detail
 
Ironi Kekuasaan Politik
(Refleksi menjelang Pilpres 2010)

Oleh Gabriel Adur (Mahasiswa Philosopisch und Theologisches Hochschule Sankt Augustin German)

Tentang hakikat manusia, Hans Kueng pernah menulis: Manusia itu sendiri sudah sangat komplex, makhluk yang memiliki tingkat ambivalensi yang tinggi antara yang rational dan yang tidak rational, yang baik dan yang buruk; sebuah perpaduan dari egoisme dan kebajikan (Hans Kueng, Weltethos für Weltpolitik und Weltwirtschaft, 1997). Baca detail

 
Nasib Komoditi Unggulan NTT

Oleh: Wilson MA Therik

SALAM (tajuk) di Harian Umum Pos Kupang, 30 Juni 2009 kembali menguak penyakit yang telah menahun (su tua di badan), yakni petani kecil NTT yang menderita karena harga jual komoditi yang rendah, pengijon dan lintah darat serta debt collector merajalela, dan tidak ada yang 'merasa berdosa'. Semua tenang-tenang saja.
Baca detail

 
Sekolah Demokrasi Lembata Lahirkan Pemimpin Baru

Oleh: Niko Dai

Sekolah Demokrasi Lembata adalah sebuah bentuk pendidikan non formal dalam bidang politik. Lahirnya Sekolah Demokrasi ini membutuhkan sebuah proses yang panjang.

Baca detail
 
Hasae Kakaluk
Hasae Kakaluk menurut arti katanya "Hasae" (menaikan), "Kakaluk" (kesaktian). Secara harafiah dapat diterjemahkan sebagai ritual adat untuk anak suku menjadi sakti atau dilindungi leluhur sewaktu berperang atau ke tempat jauh untuk mengadu nasib. Baca detail
 
Membudayakan Pangan Lokal

Oleh: Marianus Kleden

DI pojok kiri halaman Kantor Gubernur NTT terpancang sebuah bilbor (tetapi tidak pernah di-bill) dengan foto gubernur dan wakil gubernur yang mengimbau agar "hari Kamis katong makan pangan lokal".
Baca detail

 
Bangkit Lawan Kebohongan
(Seputar Penolakan Tambang di Riung)

Oleh Steph Tupeng Witin

Tanah di Flores dan Lembata terus menerus digempur oleh para investor pertambangan. Nusa Bunga, akhir-akhir ini, menghadirkan daya tarik dan pesona bagi hadirnya “janji-janji surga” yang sesungguhnya berjalan beriringan dengan bayangan kehancuran alam.
Baca detail
 
Pers di Negeri Kaum Papa

Oleh: Dion DB Putra

(Pemred SKH Pos Kupang dan Ketua PWI Cabang NTT)

Wajah pers merupakan gambaran bening tentang rupa masyarakatnya. Tidaklah mungkin pers hidup makmur di tengah masyarakat yang miskin papa. (Konvensi Media Massa Nasional 2010)

Baca detail
 
Membuat Anak Mengenal Keluarga
No Du Anamugung, tradisi masyarakat Kemak Leolima. Sebagaimana dituturkan Markus Mau Buting, upacara adat ini dilakukan dari jaman nenek moyang hingga saat ini Baca detail
 
Pesona Caleg atau Ideologi Partai?
Oleh: Dr. Paul Budi Kleden, SVD

KETIDAKPASTIAN, itulah yang dapat dikatakan tentang suasana menjelang pemilihan umum legislatif 2009 ini. Regulasi yang ditetapkan masih gamang dan belum stabil. Contreng sekali atau dua kali? Bagaimana dengan affirmative action untuk kaum perempuan?

Baca detail
 
KONSEP DAN APLIKASI EKONOMI BERBASIS MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN KESEJAH

Oleh: Dr. Thomas Ola Langoday, M.Si

Saya berpendapat bahwa baik aras konsep, aplikatif maupun objektivenya ilmu ekonomi bergerak menuju satu tujuan yaitu kesejahteraan masyarakat. Hanya saja dalam ilmu ekonomi terdapat banyak agen/pelaku ekonomi.

Baca detail
 
LEGENDA SUMBER AIR LAHURUS

Oleh: (Genoveva Bikan & Puplius M. Buru)

Tulisan ini sengaja ditempatkan setelah cerita mengenai suku Melus karena legenda sumber air Lahurus sangat erat kaitannya dengan peristiwa pengusiran orang Melus. Tulisan ini berusaha merangkum tradisi lisan tentang munculnya sumber air Lahurus yang diwariskan secara turun temurun hingga saat ini.

Baca detail
 
Partai Politik dan Penguatan Politik Daerah
Oleh: Dr. phil. Norbertus jegalus, MA

Karena eksistensi partai politik di Indonesia dijamin secara konstitusional pada tingkat negara, jadi tidak ada partai politik lokal kecuali Daerah Aceh, maka kita hanya bisa berbicara tentang peran partai politik secara umum di tingkat nasional. Baru berdasarkan pemahaman itu kita bisa menyoroti eksistensi dan peran partai politik di tingkat lokal yakni di tingkat kabupaten.

Baca detail
 
Dari Luli Ahi Hingga Gelo Sele

Oleh: Yanuaris Pareira

Tulisan ini mengupas tradisi Suku Kemak Oho tentang ritual adat dalam bertani yang merupakan penyatuan dengan kekuatan leluhur. Suku Kemak Oho memiliki bermacam-macam ritual adat. Ritual adat ini merupakan kepercayaan bersama segenap anggota Suku Kemak Oho. Prosesi penanaman tanaman pertanian dan perkebunan, dilalui beberapa proses, antara lain
Baca detail
 
Pemilu 2009: Dari Kerumunan Hingga Golput
Oleh: Pius Rengka, SH, M.Sc

PEMILU legislatif akan digelar 9 April 2009. Itu artinya pemilu tinggal 90 hari lagi. Apa kiranya gejala dan makna politis dari tenggat waktu tersisa itu dalam dinamika politik di Nusa Tenggara Timur? Apa pula fenomena kasat mata di permukaan panggung politik NTT?

Baca detail
 
Gelombang Demokrasi Masyarakat Transisi

Oleh Pius Rengka

BAGAIMANA menjelaskan hasil pemilihan legislatif dan presiden kemarin dalam terang gelombang demokrasi di daerah ini? Pertanyaan ini, ingin dikomentari secara amat sangat ringkas dan sederhana.

Baca detail
 
Batu Mangan di NTT

Kualitas batu Mangan dari NTT terbaik di dunia, dan jumlah yang terukur saat ini cukup untuk penuhi kebutuhan Indonesia serta Korea Selatan selama lima puluh tahun mendatang. Hal ini disampaikan seorang pejabat ESDM saat berkunjung ke Kupang akhir 2009 lalu. Ini kabar baik atau buruk bagi rakyat NTT? Tampak banyak jawaban negatif. Baru-baru ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Timur (DPRD NTT) mendesak pemerintah daerah untuk menghentikan seluruh proses eksploitasi mangan di daerah tersebut, sampai ada regulasi (peraturan daerah) di tingkat provinsi yang mengatur hal ini.

Baca detail